Website Dakwah untuk Kemuliaan Islam dan Kaum Muslim

Harapan Buat NU: Tinggalkan Bid'ah & Jangan Jadi Pembela Musuh Islam

logo nu
NAHDLATUL ULAMA (NU) mengadakan muktamar ke-33 di Jombang. Ada Harapan Buat NU: Tinggalkan Bid'ah & Jangan Jadi Pembela Musuh Islam. Hentikan pula wacana "Islam Nusantara" yang hanya menambah pengkotak-kotakan kaum Muslim di dunia.

Jika "Islam Nusantara" serius dilaksanakan, maka ubah dulu nama NU menjadi KU --Nahdlatul Ulama (bahasa Arab) menjadi Kebangkitan Ulama (bahasa Indonesia). Ubah juga nama-nama pesantren NU, nama-nama kyai NU, dan segala atribut NU yang berbahasa Arab atau asing lainnya dengan "bahasa nusantara".

Apa dengan "Islam Nusantara" NU juga mau sholat dengan bahasa nusantara atau "langgam Jawa"?


STOP BID'AH!


Salah satu ciri khas amaliah kalangan Nahdliyin adalah melakukan amal yang tidak ada contohnya dalam Islam. Banyak amalan warga NU yang bersumber dari animisme, Hindu, dan Budha.

Dakwah Walisongo dulu belum tuntas memberantas tahayul, bid'ah, dan churafat (TBC) yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia. Alih-alih memberantasnya dan meneruskan dakwah Walisongo, NU malah cenderung mempertahankannya.

Kyai NU banyak yang berusaha mencari-cari dalil untuk pembenaran amaliah bid'ahnya

Memberantas bid'ah memang sangat sulit, bahkan lebih sulit dari memberantas kemaksiatan. Sebabnya, Ahli Bid'ah merasa perbuatannya benar, sehingga sangat sulit menerima masukan atau disebut salah. Beda dengan ahli maksiat yang hati nuraninya mengakui bahwak maksiat itu salah.

Setiap kali warga NU diingatkan soal kelakuan bid'ahnya, maka akan selalu bertahan bahkan melakukan "serangan balik". Susah diingatkan.

Karena itu, mestinya para ulama NU di PBNU yang mulai memberantasnya. Diawali dari hulu, lalu ke hilir.

STOP BERMESRAAN DENGAN KAUM KAFIR HARBI!

Banser NU sudah berlangganan menjadi "penjaga gereja" saat Natal, namun tidak pernah ada kabar mereka juga menjaga masjid, mushola, atau membela sesama Muslim, bahkan ironisnya Banser NU membubarkan pengajian dan mengusir ulama. Miris!

Jangan Jadi Pembela Musuh Islam
Setiap kali ada "bentrok" antara Muslim dan Kristen, Banser NU seolah menjadi "pasukan pembela Kristen" yang siaga.

Kristen atau kaum kafir memang bukan musuh Islam, selama mereka tidak memusuhi kaum Muslim. Tapi "kebiasaan" Banser NU menjadi "backing" kalangan Kristen, menimbulkan pertanyaan: NU itu Muslim bukan sih?

Kalangan NU juga sudah lama lebih bersahabat dengan kaum sesat Syi'ah dan Ahmadiyah, dan belakangan menjadi "mitra" kalangan sesat "Islam Liberal".

Wacana "Islam Nusantara" yang digagas PBNU bahkan disinyalir merupakan "kedok" JIL (Jaringan Islam Liberal) yang meneruskan upayanya mengacaukan akidah umat Islam.

Warga NU biasanya mengeluarkan kata-kata "Wahabi" atau "Salafi" bagi umat Islam yang tidak sepaham dengan mereka. Ingat! Wahabi tidak dikenal dalam Islam, bahkan di Arab Saudi sekalipun tidak ada istilah Wahabi!

Wahabi adalah julukan bagi gerakan pemurnian ajaran Islam, yang memberantas tahayul, khurafat, dan bid'ah di kalangan umat Islam. Sebuah gerakan yang dipimpin Muhammad bin Abdul Wahab di Jazirah Arab, yang bersama Ibnu Saud mendirikan Kerajaan Arab Saudi.

Salafi adalah sebutan bagi kaum Muslim generasi awal yang sholeh. Salafi adalah "generasi awal Islam" yang berpegang teguh pada ajaran Islam yang murni dari racun ajaran, paham, atau agama selain Islam.

Jika warga NU anti-Salafi dan anti-Wahabi, sama artinya dengan anti-Islam yang sebenarnya.

Sangat sudah mengajak warga NU di arus bawah untuk berpikir terbuka dan jernih, sehingga sulit sekali mengingatkan dan menasihati mereka. Maka, PBNU harus melakukannya, kecuali PBNU sendiri sama saja dengan kalangan bawah yang taqlid buta kepada ajaran terdahulu, tanpa filter, meskipun berbau tahayul, khurafat, dan bid'ah.

27 Comments

  1. kurang belajar kamu, perbedaan pendapat sudah berlangsung berabad2 kamu baru permasalahkan sekarang, dari sekian banyak aliran berfikir dalam islam tetap ada satu yang benar, NU itu menjadi bagian dari sejarah panjang berabad itu, jika kamu wahabi pasti tidak tau menau tentang itu semua (NU Bagian dari sejarah islam), bahkan cara berfikir kamu itu masuk dalam kategori wahabi, juga kamu tidak faham. sehingga kata wahabi saja tidak kamu kenal, saran saya belajarlah dahulu bersabarlah dalam menelusuri kebenaran jangan sok sokan..! gegabah itu namanya, agama jangan bikin sembarangan, telatenlah jika kamu ingin menuju kebenaran, percuma kalo saya jelaskan panjang lebar soal artikel di atas jika kamu belum tau apa-apa soal yang kamu tuliskan di atas, ngaku saja kamu belum belajar soal NU, ASWAJA, Mazhab, bidah dari sisi pandangan mu juga dari sisi pandang NU lalu membandingkan, tentang wahabi, oya sebentar ciri wahabi yang sembrono itu biasanya ngajinya baru quran dan hadis lalu berani menyimpulkan sendiri2 (tidak kolektif) dari pandangan sempitnya akhirnya suka jastis sembarangan di kira fikiranya sudah benar, padahal kandungan quran hadisnya belum tentu begitu sebenarnya, jangan emosi ya... kalo emosi wahabi beneran kamu

    ReplyDelete
    Replies
    1. MU eh NU mah selalu bertolak belakang , menghambat kemajuan umat muslim Indonesia , kenapa mereka keluar dari masyumi dan mendirikan partai NU sendiri , jelas mereka itu kelompok orang yang suka menghambat .

      Delete
    2. @Sony Solahudin
      Anda menyuruh penulis utk banyak belajar seakan2 anda mengatakan sang penulis kurang belajar/ngaji. NU didirikan 1926 karena phobia Indonesia akan sprti Saudi Arabia yg sdh dikuasai dinasti sa'ud yg bersahabat dgn Muhammad Abdul Wahab. Pemurnian tauhid dan akidah di Saudi membuat "takut" Setan Nusantara dan berdirilah NU "Nyerupai Ulama"
      NU itu musuh Allah Azza Wa Jalla, dan musuh Nabi Muhammad ï·º. Bertaubatlah

      Delete
  2. banyak belajar dulu mas, biar ndak sembrono gitu, ngaku saja kamu belum tahu dan belajar tentang NU kan?, juga belum belajar soal wahabi kan?, yang adil kalo bicara jangan gegabah nanti di tunggangin setan lo, kentara kalo ndak pernah ngaji

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda yang kentara ndak pernah ngaji, tercermin dari komentarnya yang gak mencerminkan manusia beriman :)

      Delete
  3. Saya baru sadar setelah puluhan tahun,apa itu bid'ah ,semoga umat Islam di muka bumi ini dapat mengerti/paham tafsir Alqur'an .Sepaham pahamnya agar kita terhindar dari kemungkaran karena semua yang kita lakukan hanya untuk mendapat ridho Allah.

    ReplyDelete
  4. Artikel ini sangat bagus untuk warga NU supaya meninggalkan Bidah. Walisongo pun sangat menganjurkan untuk tidak melakukan bid'ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walisongo bukan hujjah, bukan dalil
      Siapalah mereka dibanding nabi Muhammad ï·º dan Khulafaur Rasyidin. Berani sekali itu Wwalisongong merubah ajaran beliau di atas

      Delete
  5. Melakukan yang nabi perintah kan saja belum semuanya dilakukkan , ini malah nambahi perkoro khusunya bagi kalangan nu

    ReplyDelete
  6. Salam.Sebenarnya kita satu saudara, hilangkan taqlid buta baik taklid organisasi maupun para tokoh khususnya tokoh agama, di Islam tidak ada NU,Muhamadiyah,Al Irsyad, Wahabi selama kita Tuhannya sama yaitu Allah,Nabinya sama yaitu Baginda Rasululloh SAW, kitabnya sama yaitu Al-Qur'an kiblatnya sama ke Ka'bah kita masih saudara, jadi kalo yang satu menasihati yang lain janganlah cepet tersinngung karena mungkin yang menasihati sayang sama kita, juga yang menasihati jangan extrim cara menasihatinya.yang suka mengadakan acara ritual ritual yang tidak ada contohnya coba untuk berpikir dengan kepala dingin pakai hati yang jernih jangan langsung emosi jangan langsung tersinggung.IngsyaAllah kalo dengan hati jernih dan pikiran dingin kita bisa menerima nasihat dari orang atau saudara kita yang menasihati. buang jauh jauh taqlid buta kita pegang Al-Qur'an dan Hadits. saudaraku masih banyak sunnah sunnah Nabi yang selalu kita tinggalkan karena kita tidak mengetahuinya kalo kita mau melaksanakan sunnah sunnah nabi saya kira bid'ah akan hilang dari diri kita maupun lingkungan kita, kita harus terus berdo'a agar Allah memberikan bimbingan kepada kita tentang ibadah ibadah yang sesuai dengan yang diperintahkan dan yang dicontoh oleh Nabi kita.Wassalam

    ReplyDelete
  7. NU memang senang skali dibilang "nyeleneh". Hal ini bisa ditengarai dari pemikiran2 Gus Dur. Dan anehnya makin nyeleneh NU, makin bnyk pula yg ngikut. Semoga lekas kembali ke jalan yg lurus.

    ReplyDelete
  8. wahabi .... crot disana.. crot dini ... muke gile... bida'ah diributin... klo ngaji pke laptop serasa paling bener aja... wahabi ..... kembali ke laptop.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cie.... anonymous... Gak berani terus terang ya, Ya Ahlul Bid'ah!!!

      Delete
    2. perhatikan coba2 kata2 yg dipilih. ya salam. sungguh membuka aib sendiri

      Delete
  9. Saya lahir dan besar di keluarga & lingkungan kental NU, Alhamdulillah sekarang merantau ke kalimantan dan jauh dari NU..
    #hikmahmerantau
    #terimaKenyataan

    ReplyDelete
  10. sudah. akhiri berdebat dengan ahli bidah. doakan saja mereka semoga Allah kasih mereka hidayah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita wajib mentahzir kiyayi, habib, ustad dari golongan mereka. Mereka tambah menjadi menyebar syirik dan bid'ah, kita tak boleh diam, diam melihat kemunkaran sama sprti setan bisu. Inilah sesungguhnya di negeri kita ini. Masalah hasil serahkan pada Allah Azza Wa Jalla

      Delete
  11. http://www.kompasiana.com/muhamadkaryono/mengapa-kyai-aswaja-nu-begitu-takut-dengan-wahabi_5529eb08f17e611a3bd623a6 mungkin karena ini,.

    ReplyDelete
  12. Apabila dikatatakan kepada mereka, "marilah mengikuti Allah dan mengikuti Rasul. Maka jawab mereka, (tidak) cukup untuk kami apa yg kami dapati dari nenek moyang kami mengerjakannya.
    Itulah jawaban kaum jahiliyah dahulu kt Allah dalam Al Qur'an.
    Sekarang coba anda perhatikan orang2 NU kalau kita ajak ," mari kita ikuti Qur'an dan Sunnah".
    Maka jawaba mereka "kami mengikuti para wali dulu, dan warisan orang tua guru2 kami dahulu"
    Ga beda kan, jawaban antara keduanya?

    ReplyDelete
  13. Subhanalloh sangat jelas

    ReplyDelete
  14. Ahlul bid'ah wal jama'ah..
    gak apalah, karena kan ada bid'ah hasanah
    atau bisa juga ahlul bid'ah hasanah wal jama'ah
    meminta barakah dari tempat keramat dan kuburan..sesuai tradisi
    meski para sahabat tak pernah melakukannya ke kuburan Rasulullah dan sahabatpun tak pernah melakukan...

    ReplyDelete
  15. saya orang NU terpelajar, tapi sekarang sudah saya tinggalkan ajaran yg tidak sepaham nya. contoh kecil saja, dulu sehabis solat berjamaan, imam NU tidak pakai berdoa berjamaan, tapi sekarang lain. begitu solah selesai, imam langsung nyambar mix mimpin doa bareng2 yg ga jelas dipahami ma'mum, terus di akhiri bacaan komando ALFATIHAH,,, setelah itu ma'mum banyak yg bubar pulang. Sekilas itu baik, tapi setelah dipikir - pikir, kan setiap orang punya urusan masing2, mestinya berdoa masing-masing jangan dipimpin begitu. Saya tidak tau 10 tahun ke depan ajaran aneh2 apalagi di NU.

    ReplyDelete
  16. Ntar lagi pilpres..
    Gimana jadinya ya kl bosnya jadi wapres?..
    2

    ReplyDelete
  17. Saya agak Setuju dengan artikel ini. Saya hidup di lingkungan NU sejak kecil. Ngaji di tempat NU, Muhammadiyah, Salafi. Tapi saya mengutamakan bagaimana cara agar tetap hidup rukun dalam perbedaan pendapat ini. Meskipun saya juga setuju untuk memberantas bidah. Tapi itu akan susah. Karena semua sudah punya pendapat sendiri2 dan memiliki pendirian yang kuat. Maka dari itu lebih baik kita utamakan untuk saling menghormati dan menghargai berbagai pendapat selama akidah kita tidak melenceng dari akidah Islam yang lurus. Kalo masalah Amalan2 kita sudah punya pendapat masing2 yang tentunya kita ikut pada ulama kita masing2.

    ReplyDelete
  18. Allahuakbar...... kita cari yang aman aja tinggalkan bidah beres kan

    ReplyDelete
  19. Orang2 yg ngaku NU tempat saya jarang ke mesjid, tapi paling senang kalau ada tahlilan...

    ReplyDelete

Post a Comment

Post a Comment

Previous Post Next Post